Banyaknya turis muslim yang datang ke Jepang untuk berkunjung membuat pemerintah ingin membuat Jepang menjadi negara yang "ramah muslim". Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengadakan rencana Japan Halal Expo 2014 untuk meningkatkan perhatian warga terhadap makanan dan layanan yang halal bagi para wisatawan muslim.
Dikutip dari Japan Times, jumlah wisatawan muslim dari berbagai negara meningkat tajam sejak tahun lalu. Hal ini karena Jepang mulai meringankan aturan visa, termasuk visa untuk tinggal dalam jangka panjang bagi negara-negara Asia Tenggara.
Organisasi Turis Jepang Nasional menyebut sekitar 176.500 wisatawan muslim datang dari Malaysia pada 2013, naik 35,5 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, wisatawan muslim dari Republik Indonesia mencapai 136.800 orang, naik 34,8 persen.
Selain menggelar pameran makanan halal tersebut, pemerintah Jepang memperbaiki sejumlah layanan agar lebih nyaman bagi wisatawan muslim. Misalnya, di Bandara Internasional Narita mulai disediakan tempat shalat dan menawarkan penerbangan dengan makanan yang bebas dari babi dan alkohol.
"Banyak muslim yang mengeluh karena kesulitan mencari tempat shalat dan kurangnya informasi tentang makanan halal. Saya berharap akan semakin banyak perusahaan yang membantu teman-teman muslim untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Yoshichika Terasawa, eksekutif dari Makuhari Messe--lokasi digelarnya Japan Halal Expo.
Jumlah restoran halal di Jepang memang masih rendah. Namun Terasawa yakin orang Jepang memiliki ketertarikan tentang kebersihan dan manfaat makanan halal.
"Saya pikir tidak sulit bagi restoran Jepang untuk belajar bagaimana membuat makanan tetap enak dan halal. Saya yakin perusahaan-perusahaan Jepang akan menggunakan pemikiran mereka untuk mencari solusinya," tutur panitia pameran, Radzi Burhanuddin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar